25 Januari 2013

Suratan yang Takkan Pernah Terbalaskan



Hari ini adalah salah satu dari hari yang paling galau buat gue, gue ngga tau harus berbuat apa lagi coba tuk meyakinkan dia kalau gue itu sangat mengharapkan sebuah jawaban dari dia tentang perasaan dan keadaan yang sedang gue derita saat ini, gue udah bertahun-tahun mencoba meyakinkan dia tetapi tetap saja dia tidak pernah mengerti meskipun dengan keadaan dimana gue udah ngga mampu lagi untuk berjalan :(, gue udah mencoba berbagai cara, membuat alasan yang logis dengan mengirimkan surat ke dia. sampai-sampai gue terpaksa meminta bantuan kepada orang tua gue untuk membantu meyakinkan dia, tetapi hasilnya sama saja dia tetap tidak pernah mau membalas dan memberitahu ke gue kalau dia itu mengerti dengan keadaan gue seperti ini, gue seperti digantung bro/sist :(. Dan akhirnya gue menyesal telah berusaha meyakinkan dia, kenapa tahu nggak ? karena apa yang gue lakuin selama ini ternyata sia-sia :( .
Mungkin dari sobat blogger bertanya-tanya “ Ini hanif ngomong apa dari tadi??,curhatnya enjel(Baca: Engga Jelas)". O.k, sebelum gue perjelas apa yang gue curhatkan diatas, gue mau tanya satu hal kepada kalian “pernah tidak kalian berharap kepada Seseorang demi mendapatkan balasan cinta dan kasih darinya dan dengan segala upaya dan kerja keras kalian(meskipun kalian ngga ke sawah dan mencangkul) kalian berusaha meyakinkan orang itu kalau kalian benar-benar cinta dan sayang kepada dia ?, tetapi pada akhirnya, setelah kalian berusaha dan berjuang, ternyata dia tidak peduli dan tidak menghiraukan apa yang kalian lakukan terhadapnya(kalian seperti digantung). lantas bagaimana perasaan kalian ketika mengetahui bahwa dia tidak bisa membalas siratan cinta dari kalian ? :D yah, biasanya orang yang mengalami hal tersebut perasaannya tiba-tiba jadi tidak enak, hilang semangat, nge-drop, dan pengen sakit saja karena ketidakmampuannya dalam menerima keadaan tersebut *bersandar disamping kulkas sambil nangis- nangis*, dan ujung-ujungnya kalian merasa menyesal, bukan? , “ya iyyalah nif, namanya juga penyesalan pasti di akhir”. O.k gue ngerti, Ngerti banget perasaan lo bro/sist , kenapa? Soalnya gue juga pernah ngalamin hal yang hampir sama dengan itu, bahkan gue tetap berusaha dan mencoba bertahan *backsound Five minutes - Bertahan* sampai kurang lebih...*hitung jari* 12 Tahun bro/sist, kalian bisa bayangkan ketegaran gue, semenjak gue masuk SD sampai gue lulus SMA hanya demi berharap kepada makhluk satu ini, kalian tahu apa yang gue lakuin itu, yang gue lakuin itu adalah mengirimkan Surat Izin Sakit gue ke Wali Kelas gue, inilah pekerjaan yang bikin gue galau banget bro/sist, yang gue singgung pas diawal curhatan enjel gue tadi, kenapa ?? lo bayangkan bagaimana perasaan gue ketika gue berusaha mengirimkan surat izin sakit gue itu ke wali kelas gue pada waktu gue dalam keadaan sakit keras dan nggak bisa jalan tetapi surat izin gue itu tidak dibalas-balas, gue merasa seperti digantung bro/sist, perih :( hati gue seperti dicabik-cabik sampai-sampai gue merasa seperti satu-satunya makhluk yang bertulang belakang di muka bumi ini yang tidak mendapatkan perhatian sedikitpun T_T,  tapi karena gue tegar dan berusaha tanpa kenal menyerah gue coba kirim lagi, hasilnya ngga dibalas lagi, gue kirim lagi, ngga dibalas lagi, kirim lagi, ngga dibalas lagi, dan gue mencoba untuk bersabar dan menunggu jawaban dari surat gue itu dari wali kelas gue sampai berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan berplanet-planet gue tetap tidak mendapatkan surat balasan yang gue tunggu-tunggu dari wali kelas gue. Sampai-sampai gue terpaksa meminta ke orang tua gue buat dibikinin surat izin, kemudian dengan penuh harapan dan keyakinan bahwa surat gue itu akan dibalas, gue kirim surat itu lagi, dan hasilnya tetap sama, ngga dibalas lagi, hingga akhirnya gue lulus SMA dan sadar bahwasanya yang gue lakuin selama gue sekolah ini ternyata sia-sia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar